Cara Menulis Footnote Yang Benar Dalam Karya Tulis

Tentunya bagi seorang penyedia jasa penulis artikel sudah tidak asing lagi dengan sebutan footnote. Umumnya catatan kaki itu ditulis pada karya berupa skripsi. Tentunya dengan mencantumkan Footnote dalam teks yang dibuat akan mempermudah para pembaca dalam melacak referensi yang dikutip.

Apa Itu Catatan Kaki?

Footnote adalah bentuk dari keterangan atas teks karangan yang ditulis secara langsung pada kaki halaman yang sama dengan pengutipan kalimat di karya tulis. Misalnya ketika menuliskan istilah dari salah satu sumber kemudian mencantumkannya pada halaman 50.

Maka Footnote itu juga harus dituliskan pada halaman yang  yaitu 50 di bagian paling bawah. Sedangkan fungsi utama dari catatan kaki ini yaitu untuk memberikan informasi yang singkat tentang apa yang telah ditulis dalam halaman tersebut. Pada dasarnya footnote ini ditulis bersamaan dengan nomor-nomor penunjukan.

Dimana nomor penunjukan itu memiliki fungsi untuk memberikan hubungan secara langsung antara catatan kaki dengan teks. Selain itu nomor tersebut juga dapat dituliskan dengan cara memberikan tanda bintang. Sementara penulisan Footnote yang baik yaitu mengandung unsur-unsur seperti berikut ini:

  • Nama nulis (editor dan penerjemah).
  • Menuliskan judul karangan atau buku.
  • Nama nomor seri buku karangan.
  • Informasi tentang data publikasi misalnya jilid, nomor cetak, kota penerbit dan nama penerbit.
  • Nomor halaman yang dikutip.

Selain unsur-unsur di atas dalam penulisan catatan kaki juga ada beberapa istilah yang bisa dituliskan secara singkat. Salah satunya yaitu ibid.  Ibid sendiri merupakan singkatan dari ibidan yang berarti sama dengan tulisan di atas.

Begitu cara penulisan footnote yang memiliki sumber sama dengan catatan kaki di atasnya maka cukup menuliskan kata ibid saja dengan huruf besar, menggunakan garis bawah, tanda komah lalu disusul nomor halaman. Misalnya Ibidn; halaman 40.

Tidak hanya itu saja dalam penulisan footnote juga terdapat istilah op.cit yang berasal dari singkatan opere citato. Dimana maksud dari op.cit ini yaitu dalam karya yang telah dikutip. Umumnya istilah ini digunakan pada penulisan catatan kaki dari rujukan yang pernah ditulis akan tetapi telah disisipkan di footnote dari sumber lain.

Bagaimana Cara Menulis Catatan Kaki Yang Benar Itu?

Dalam penulisan footnote tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Namun pelaksanaannya harus sesuai dengan kaidah dan aturan pada sebuah karya tulis. Adapun cara untuk menulis catatan kaki seperti berikut ini:

  • Pertama-tama perhatikan terlebih dahulu penulisannya yaitu diawali dengan nama penulis, judul, nama penerbit, tahun terbit dan nomor halaman.
  • Setelah itu cantumkan nama penulis dengan lengkap tanpa perlu menulis gelar akademiknya dan tidak dibalik.
  • Kemudian tulislah judul menggunakan huruf kapital dengan gaya miring dan diberi_garis bawah atau dicetak tebal.
  • Pastikan telah menggunakan tanda komah untuk memisahkan setiap unsur dari footnote yang dibuat.
  • Sediakan juga ruang pada bagian bawah halaman. Dengan begitu margin bawah tidak kurang dari 3 cm.
  • Setelah menuliskan nomor penunjuk, ketikan setengah spasi ke bawah dan mulai untuk menuliskan baris pertama dari footnote itu.
  • Pastikan jarak antar baris catatan kaki yaitu spasi rapat.
  • Sedangkan jarak antar footnote yaitu spasi
  • Pastikan juga baris kedua dari setiap catatan kaki dimulai dari margin kiri.

Pada dasarnya tujuan utama dari penulisan footnote  pada karya tulis yaitu untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pengarang terhadap daftar sumber rujukan yang dimiliki. Sedangkan untuk penulisannya sendiri juga harus sesuai dengan aturan di atas. Demikianlah cara menulis catatan kaki yang wajib diketahui oleh pemula.