Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya terlahir dengan tumbuh kembang yang baik.Namun, harapan tersebut tidak bisa dimiliki oleh sebagian orangtua. Sebab, beberapa anak terlahir dengan kemampuan yang berbeda-beda, salah satunya ialah anak yang mengalami diseleksia. Namun, apa yang dinamakan diseleksia?

Diseleksia merupakan gangguan membaca dan menulis yang dialami pada anak berusia 7-8 tahun. Terdapat dua tipe diselsia yaitu bawaan sejak lahi atau faktor genetik dan perubahan yang disebabkan oleh cara kerja otak kiri. Diseleksia ini sangat mempengaruhi perkembangan si kecil, tertuma pada proses belajar. Maka dari itu, anak yang mengalami diseleksia harus lebih diperhatikan.

Lantas bagaimana cara mengajari anak diseleksia? Nah, berikut ini beberapa cara mengajari anak penderita gangguan diseleksia:

  • Jangan mudah menyalahkan anak saat melakukan kesalahan

Anak yang mengalami diseleksia buka berarti ia anak yang bodoh. Hanya saja ia mengalami gangguan dalam menerima pelajaran. Maka dari itu, ketika anak diseleksia melakukan kesalahan dalam membaca atau menulis, jangan langsung menyalahkannya. Sebab, hal tersebut dapat membuatnya tidak percaya diri.

 

  • Menggunakan media belajar khusus

Anda juga bisa mengajarkan anak diseleksia dengan cara yang kreatif yang mana melibatkan berbagai panca indera. Mulai dari indera penglihatan, pendengaran, kinestetik, dan sentuhan. Misalnya, dengan permainan menyusun huruf pada balok menjadi kata.Anda juga bisa mengajari anak diseleksia dengan menggunakan gambar.